oleh Theresia Dwi Handayani | Apr 18, 2025 | Kegiatan
Belajar Jadi Pengusaha Cilik yang Kreatif dan Kerja Sama di Alam
SD Marsudirini Cor Jesu kembali menggelar kegiatan field trip yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi para siswanya. Tahun ini, field trip dilaksanakan di Argotelo Salatiga, sebuah kawasan edukasi alam dan industri kreatif yang memadukan konsep pertanian dan kewirausahaan.
Dengan mengusung tema “Belajar Jadi Pengusaha Cilik yang Kreatif dan Kerja Sama di Alam”, kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga gelombang:
Kamis, 10 April 2025: Siswa kelas 5 dan 6 (113 siswa)
Senin, 14 April 2025: Siswa kelas 1 dan 2 (80 siswa)
Selasa, 15 April 2025: Siswa kelas 3 dan 4 (99 siswa)
Setiap rombongan peserta memulai perjalanan dengan naik bus d’ nasima dan tiba di Parkiran Sinode Widya Graha, tempat transit sebelum menuju Argotelo Garden.
Adapun Acara Field trip di Argotelo sebagai berikut:
08.00 – 08.20 → Toilet Time
08.20 – 08.30 → Village Trip ke Argotelo Garden menggunakan kereta kelinci, menjadi awal kegiatan yang seru siswa di alam terbuka.
08.30 – 08.45 → Snack Time dengan menu teh hangat dan olahan singkong khas daerah.
08.45 – 09.15 → Ice Breaking dan Paparan Kewirausahaan, memperkenalkan konsep dasar menjadi pengusaha cilik yang kreatif dan bertanggung jawab.
09.15 – 10.25 → Siswa diajak mengikuti Tarian Petani, praktik langsung Cassava Farming, dan bermain bersama dalam Fun Game yang mengasah kerja sama dan semangat tim.
10.25 – 10.35 → Istirahat ringan dengan minum air mineral dan yogurt.
10.35 – 10.45 → Village Tour ke Argotelo Industri.
10.45 – 11.05 → Tour industri pengolahan singkong keju, siswa belajar proses produksi makanan lokal dengan sentuhan inovasi.
11.05 – 12.00 → Cooking Class: Singkong Fla, siswa dibagi menjadi 4 kelompok dan membuat sendiri olahan singkong yang lezat dan sehat.
12.00 – 12.45 → Makan siang bersama
12.45 – 14.00 →Perjalanan menuju Semarang
Kegiatan field trip ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai dunia kewirausahaan sejak dini. Siswa tidak hanya mendapatkan informasi dan mengenal proses pengolahan hasil tani menjadi produk bernilai jual seperti singkong keju, gethuk crispy, gemblong lumer dan makanan sehat lainnya, tetapi juga terlibat secara aktif dalam praktik cooking class bersama kelompoknya. Dari kegiatan tersebut, anak-anak belajar bahwa menjadi pengusaha bukan hanya soal untung, tetapi juga soal inovasi, kerja keras, dan kolaborasi.
Selain itu, kegiatan outdoor seperti tarian petani dan games menjadi sarana efektif untuk mengembangkan soft skill, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan sportivitas.
Kegiatan field trip ke Argotelo Salatiga menjadi salah satu momen berharga dalam perjalanan pendidikan siswa SD Marsudirini Cor Jesu. Belajar di luar kelas, menyatu dengan alam, dan merasakan langsung proses kreatif dan kerja sama memberi mereka bekal penting untuk menjadi generasi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing di masa depan.
“Belajar itu bukan hanya di kelas, tapi juga di alam dan kehidupan nyata.”
Dibuat oleh : Ibu Wiji Purwanti, S. Pd.










oleh Theresia Dwi Handayani | Feb 27, 2025 | Kegiatan
Outing Class SD Marsudirini Cor Jesu: Pengalaman Belajar Seru di Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi BPTIK dan Museum Ranggawarsita
Pada hari Kamis, 20 Februari 2025, SD Marsudirini Cor Jesu mengadakan kegiatan outing class untuk siswa kelas 5 dan 6. Sebanyak 99 siswa dan 7 pendamping mengikuti perjalanan edukatif ini ke Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPTIK) serta Museum Ranggawarsita. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan siswa di bidang teknologi, sejarah, dan budaya.
Perjalanan dimulai pukul 07.30 dengan keberangkatan dari sekolah menggunakan Elf. Setibanya di BPTIK, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Mereka mengikuti sesi presentasi interaktif yang menjelaskan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Selain itu, siswa juga berkesempatan untuk mencoba berbagai perangkat teknologi yang tersedia, seperti Virtual Reality (VR), teropong bintang dan perangkat pembelajaran berbasis digital. Anak-anak juga menonton bioskop tentang tata surya.
Setelah menyelesaikan kunjungan di BPTIK, perjalanan dilanjutkan ke Museum Ranggawarsita. Di museum ini, siswa diajak mengenal sejarah dan budaya Indonesia melalui berbagai koleksi artefak, diorama, dan informasi tentang warisan bangsa. Mereka belajar mengenai sejarah perjuangan bangsa, budaya Jawa, serta berbagai penemuan arkeologi yang menjadi bagian dari kekayaan sejarah Indonesia. Selain itu, siswa juga berkesempatan untuk menonton film edukatif di bioskop yang ada di museum, yang semakin menambah wawasan mereka dengan cara yang menarik dan menyenangkan.
Outing class ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga meningkatkan rasa ingin tahu dan kepedulian siswa terhadap teknologi serta sejarah bangsa. Melalui kunjungan ini, diharapkan siswa dapat lebih menghargai perkembangan ilmu pengetahuan serta warisan budaya yang dimiliki Indonesia.
Kegiatan ini diakhiri pukul 13.00 dan para siswa tiba kembali di sekolah pukul 13.45. Outing class ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa SD Marsudirini Cor Jesu dalam mengeksplorasi dunia teknologi dan sejarah secara langsung. Semoga kegiatan edukatif semacam ini terus dilakukan untuk memperkaya wawasan dan pengalaman belajar mereka di luar kelas.
Dibuat oleh : Ibu Wiji Purwanti, S. Pd.






oleh Theresia Dwi Handayani | Feb 26, 2025 | Kegiatan
Pada tanggal 19 Februari 2025, siswa kelas 3 dan 4 SD Marsudirini Cor Jesu menjalani pengalaman luar biasa dalam kegiatan outing class yang penuh dengan pembelajaran dan keseruan. Perjalanan dimulai dengan mengunjungi Museum Ronggowarsito, sebuah tempat yang penuh sejarah dan budaya. Di sana, anak-anak diajak untuk mengenal lebih dalam mengenai sejarah peradaban, kesenian, dan berbagai peninggalan budaya yang telah ada sejak zaman dahulu.
Siswa-siswi yang penuh antusias itu diberikan tugas untuk menulis apa saja yang mereka lihat di museum, sehingga mereka bisa lebih fokus dalam mempelajari setiap detail yang ada. Selain itu, mereka juga menonton video yang memperkenalkan sejarah peradaban dunia, yang menambah wawasan mereka tentang peristiwa besar yang membentuk dunia seperti yang kita kenal sekarang. Setelah sesi belajar yang menarik ini, anak-anak diajak untuk istirahat dan makan siang bersama, mempererat kebersamaan di luar ruang kelas.
Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Kelenteng Sam Poo Kong, yang jaraknya tidak jauh dari Museum Ronggowarsito. Di kelenteng ini, para siswa diajak berkeliling dan mempelajari berbagai hal menarik tentang tempat ibadah, budaya, dan sejarah yang ada. Dengan bimbingan pemandu yang ramah, anak-anak diajak ke berbagai bangunan yang ada di kompleks kelenteng. Salah satunya adalah Bangunan Kelenteng Utama atau Sam Poo Kong, yang menjadi pusat ibadah dan dihiasi dengan relief yang menceritakan kisah ekspedisi Laksamana Zheng He pada abad ke-15. Relief ini menggambarkan perjalanan dan perjuangan sang laksamana dalam menjalani misinya selama 30 tahun.
Di Kelenteng Sam Poo Kong, anak-anak juga dikenalkan dengan beberapa kelenteng lainnya, seperti Kelenteng Kyai Juru Mudi, Kelenteng Dewa Bumi, Kelenteng Kyai Jangkar, Kelenteng Kyai Nyai Tumpeng, dan Kyai Tjundrik Bumi, serta Gua Pemujaan Sam Poo Kong. Setiap bangunan dan situs memiliki cerita yang sangat menarik, dan siswa-siswi pun mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka belajar tentang sejarah pendiri kelenteng ini serta makna dari patung-patung yang ada di sana.
Setelah berkeliling, anak-anak diajak untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Acara outing class ini ditutup dengan berkumpul bersama, kembali menuju ke sekolah, dan akhirnya pulang ke rumah masing-masing dengan banyak pengalaman berharga dan pengetahuan baru.
Itulah perjalanan outing class yang sangat menyenangkan dan edukatif bagi siswa kelas 3 dan 4 SD Marsudirini Cor Jesu. Kegiatan ini tidak hanya memberi mereka pengetahuan tentang sejarah dan budaya, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan dan keingintahuan anak-anak terhadap dunia di sekitar mereka.



Dibuat oleh : Bp. Fathur Ridha
oleh Theresia Dwi Handayani | Feb 24, 2025 | Kegiatan
Selasa, 18 Februari 2025 SD Marsudirini melaksanakan kegiatan outing untuk siswa/ siswi kelas I dan II. Outing ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan di SD Marsudirini Cor Jesu. Kunjungan outing kali ini mengajak siswa/ siswi untuk belajar dan mengenal tempat-tempat ibadah, teknologi dan sejarah di masa lampau melaui kunjungan tempat ibadah, BPTIK dan museum. Namun, khusus untuk siswa/ siswi kelas I dan II kali ini melaksanakan kunjungan kedua tempat, yaitu Pura Giri Natha dan Vihara Watu Gong.
Kunjungan pertama adalah di Pura Giri Natha. Seluruh siswa berangkat dari sekolah bersama Bapak/ Ibu guru dan karyawan. Siswa/ siswi menaiki shuttle dan didampingi guru/ karyawan. Sesampainya di Pura, kami disambut hangat oleh kakak-kakak dan para pengurus Pura. Kegiatan selama di Pura, kami mendengarkan penjelasan dari para pengurus tentang Pura Giri Natha, selain itu kami juga dikenalkan dengan kebudayaan serta kebiasaan umat beragama Hindu. Tidak hanya mendengarkan penjelasan saja, kami juga diajak tanya jawab dan bermain games bersama. Setelah selesai sesi kami semua kemudian melaksanakan foto bersama.
Tujuan kedua adalah Vihara Watu Gong. Setelah selesai mengunjungi Pura Giri Natha, kami kemudian melanjurkan perjalanan menuju Vihara Watu Gong. Sesampainya di Vihara siswa/ siswi diberikan kesempaan untuk istirahat dan memakan bekalnya. Siswa/ siswi dan pendamping diijinkan makan sebelum memasuki area yang telah disucikan. Setelah selesai makan, kemudian kami didekati oleh 2 orang kakak cantik yang akan mengantarkan kami berkeliling dan mengenal Vihara Watu Gong. Siswa/ siswi mendengarkan penjelasan tentang asal usul batu berbentuk seperti gong, mengajak kami ke tempat ibadah dan akhirnya kami diajak menuju ke pohon harapan dan sekaligus melihat patung Dewi Kwan In. Seselesainya siswa/ siswi mendengarkan penjelasan dan berkeliling, akhirnya kami semua kembali ke shuttle dan kembali ke sekolah. Segala rangkaian outing pada hari pertama ini berjalan lancar sesuai dengan rencana.





oleh Theresia Dwi Handayani | Jan 13, 2025 | Kegiatan
Jumat, 10 Januari 2025 TK-SD Marsudirini melaksanakan misa perayaan Natal bersama. Misa dilaksanakan di aula SD Marsudirini Cor Jesu. Pada misa kali ini dipimpin oleh Romo Dodo. Misa dimulai pada pukul 07.30- selesai.
Pada saat homili Romo Dodo, memberikan sebuah pertanyaan “apakah ada yang percaya dengan keagungan Tuhan?”. Dari pertanyaan tersebut seluruh siswa dan guru mengangkat tangan. Setelah itu Romo menambahi bahwa Tuhan sangatlah hebat. Dalam hal ini Romo mengaitkannya denganguru-guru. Bahwa jika ada anak-anak hebat, maka disitu ada peran seorang guru yang hebat. Apalagi anak-anak yang awalnya tidak bisa membaca ataupun menulis pada akhirnya bisa, dikarenakan adanya proses dan belajar.
Romo mengemas homilinya dengan sedemikian rupa, sehingga membuat anak-anak antusias mendengarkannya. Selain itu juga ada interaksi antara Romo Dodo dengan anak-anak yang membuat suasana misa menjadi lebih hangat. Misa berjalan dengan lancar dari awal, pertengahan, hingga akhir. Semuanya berjalan sesuai dengan rencana dan tepat waktu.
Setelah kegiatan misa selesai, anak-anak diajak berfoto dengan kelasnya masing-masing. Lalu kemudian dipersilahkan istirahat serta memakan bekal yang sudah dibawa. Sekitar pukul 09.30 anak-anak diminta kembali ke aula untuk mengikuti perayaan Natal bersama.
Dalam perayaan misa ada beberapa ekstra yang ditampilkan seperti ekstra menari, angklung, vokal, paduan suara, English club, dan kulintang . Selain itu ada penampilan spesial dari kelas IV-A yang menampilkan ansambel musik serta Naomi yang membacakan puisi. Pada akhir acara ada pembagian apresiasi untuk anak-anak yang rajin berkunjung ke Perpustakaan serta ucapan selamat untuk Caca kelas V-A yan telah menerima Sakramen Baptis. Kemudian diakhiri dengan doa penutup.






oleh Theresia Dwi Handayani | Des 19, 2024 | Kegiatan
Pada tanggal 25-27 September 2024, siswa-siswi kelas 6 SD Marsudirini Cor Jesu mengikuti retret sekolah yang diadakan di Wisma Syalom, Bandungan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mengangkat tema “Menjadi Bintang Tuhan di Era Digital” dan dipimpin oleh Sr. M. Agnesia, AK bersama Bruder Gregorius Yoan Danu,FIC dari komunitas setempat. Retret ini bertujuan untuk membentuk karakter anak-anak yang tangguh dan siap menjadi bintang Tuhan di tengah tantangan dunia digital saat ini.
Pada hari pertama, para peserta tiba di Wisma Syalom sekitar pukul 14.00 siang. Mereka kemudian diarahkan untuk mencari kamar masing-masing, diikuti dengan snack dan minuman untuk menyegarkan diri. Acara pembukaan retret dimulai dengan sambutan dari pendamping dan Ibu Siti Suciyani Theresia,S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini Cor Jesu, yang kemudian secara simbolis menyerahkan tugas pendampingan kepada Sr. M. Agnesia sebagai pembimbing utama.
Setelah sambutan dari Ibu Suci, acara dilanjutkan dengan Ibadat Pembukaan, memohon berkat agar retret ini berjalan dengan lancar dan penuh makna. Kemudian, Sr. M. Agnesia menyampaikan materi pertama yang berjudul “Aku Bintang Tuhan yang Tangguh”, di mana anak-anak diajak merenungkan bagaimana mereka bisa menjadi pribadi yang kuat dan setia dalam iman meskipun hidup di era yang serba digital ini.
Malam hari ditutup dengan doa malam bersama, sebelum akhirnya anak-anak beristirahat untuk mempersiapkan diri mengikuti kegiatan di hari berikutnya.
Hari kedua dimulai dengan doa pagi bersama di ruang doa, diikuti dengan sarapan untuk menambah energi. Materi pagi ini berjudul “Kutemukan Tuhan yang Tangguh dalam Sesamaku”. Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk melihat Tuhan dalam diri orang-orang di sekitar mereka, baik keluarga, teman, maupun orang lain yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah materi, kegiatan dilanjutkan dengan outbond, di mana anak-anak diajak untuk bermain sambil belajar tentang kerja sama, ketangguhan, dan kepercayaan dalam tim. Kegiatan ini menumbuhkan semangat dan kekompakan di antara mereka. Selesai outbond, mereka diberikan waktu untuk mandi dan makan siang.
Sore harinya, anak-anak melakukan refleksi outbond di mana mereka diminta untuk merenungkan pengalaman mereka selama kegiatan tersebut. Acara dilanjutkan dengan sesi Home Run, dimana anak-anak melihat film bersama. Kemudian, anak-anak mengikuti refleksi doa pendamaian sebagai bentuk introspeksi diri dan pembaharuan batin sebelum beristirahat malam.
Hari ketiga dimulai dengan doa syukur pagi sebagai ungkapan terima kasih atas hari baru yang penuh berkah. Setelah doa, anak-anak melakukan pemanasan sebelum mengikuti jalan pagi di sekitar Wisma Syalom untuk menyegarkan pikiran dan tubuh. Selesai jalan pagi, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk mandi dan membereskan kamar serta mengemasi pakaian kemudian menikmati sarapan bersama.
Materi terakhir dalam retret ini berjudul “Aku Siap Menjadi Bintang Tuhan di Era Digital”, di mana anak-anak diajak untuk memahami bagaimana memanfaatkan teknologi dan media digital dengan bijaksana. Mereka didorong untuk tetap menjadi anak-anak Tuhan yang setia, meskipun dikelilingi oleh kemajuan teknologi yang sering kali membawa tantangan tersendiri.
Acara retret ditutup dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Romo Rinanto, yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bersyukur atas pengalaman berharga yang telah mereka alami selama retret ini. Mereka pun diharapkan bisa membawa pulang nilai-nilai yang telah mereka dapatkan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan tema “Menjadi Bintang Tuhan di Era Digital,” retret ini berhasil mempersiapkan para siswa kelas 6 SD Marsudirini Cor Jesu untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, bijaksana, dan beriman dalam menghadapi dunia yang semakin digital
Dibuat oleh : Ibu Wiji Purwanti, S. Pd.



