Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda . Ada yang ramah, ada yang suka iseng dengan teman,ada yang pendiam ,penakut ,kurang percaya diri dan emosinya meledak ledak. Guru dituntut untuk membantu semua siswa dengan pelayanan yang berbeda.
Salah satunya adalah menangani, membimbing anak yang mempunyai emosi meledak ledak. Ada seorang siswa yang masih perlu pendampingan dalam mengolah emosi. Siswa ini dari penampilan kelihatan biasa saja tanpa ada masalah. Ia pendiam. Saat pelajaran, ia mengikuti dengan tenang. Saat istirahat suka menyendiri. Kadang temannya mengajak untuk bermain . Sekali kali ia mengikuti teman untuk bermain, namun sering kali ia menolak dan memilih untuk makan dan bermain sendiri.
Pada suatu hari, saat pelajaran berlangsung tiba tiba ia marah besar dan menangis. Kemarahannya ditunjukkan dengan membuang semua buku yang ada di atas meja. Ia tidak peduli dengan sekelilingnya. Semua benda yang ada di depannya di buang . Semua berantakan.Teman temannya kaget semua. Saat di tanya ia mengatakan, aku ketinggalan menulis. Sebagai pendidik, siswa itu saya tegur dengan suara keras bertujuan untuk meredakan emosinya. Semakin keras teguran ia akan semakin marah, Teman dalam satu kelas sudah membantu dengan mengambilkan buku buku yang berserakan di bawah meja, namun apa yang terjadi? Buku buku dibuang lagi dan itu terjadi berulang ulang.
Setelah kejadian itu, siswa itu saya ajak untuk keluar kelas, tangannya saya gandeng dan saya ambilkan minum, selesai minum, dan setelah reda emosinya ,siswa akan bercerita.
Langkah yang saya ambil adalah menenangkan siswa dari emosi, menggunakan kata kata yang baik, lembut tidak keras, menggandeng tangannya dan menganggap dia sebagai teman mendengarkan keluhannya. Selain itu, siswa diajak untuk ke perpustakaan dibebaskan untuk memilih bacaan. Hasilnya, sekarang siswa itu sudah mulai ada perubahan. Sikapnya sudah ramah, mau tersenyum dan mau bercerita apa yang sedang dialaminya.